Menjadi Fasilitator Pelatihan PMI ? Susah ngak ya…

Oleh   :  Oman Somantri

Email  :  mantri_smd@yahoo.com

—————————————————————————————————————-

Artikel ini dibuat penulis setelah menjadi  Fasilitator Pelatihan  dan Orientasi Pembina PMR PMI Kabupaten Sumedang tahun 2010, tanggal 31 Juli s.d 01 Agustus 2010.

—————————————————————————————————————-

Saat Action menjadi Fasilitator

Sebenarnya cerita ini memberikan pengalaman tersendiri yang sangat berharga, apalagi selama mengikuti kegiatan di Palang Merah Indonesia (PMI) sepertinya pengalaman ini yang paling menegangkan plus menantang untuk dijalani. Kegiatan memfasilitasi mungkin bagi sebagian orang hal inilah yang paling dihindari, pada saat itu keadaannya akan menjadi  seperti hal yang asing bagi orang yang belum pernah menjadi seorang Fasilitator baik itu memfasilitasi dalam suatu kegiatan ataupun menjadi fasilitator dalam memimpin sebuah rapat pertemuan. Akan sangat terlihat signifikan pada saat orang memfasilitasi membahas suatu materi  untuk dipresentasikan akan terlihat gugup dan terlihat kaku pada saat berbicara.

Pengalaman ini menjadi hal paling berharga bagi penulis, menjadi seorang Fasilitator dalam sebuah Kegiatan Pelatihan  merupakan pengalaman yang tidak mungkin semua orang mendapatkan kesempatan tersebut.  Dalam kesempatan ini penulis menjadi Fasilitator Pelatihan dan Orientasi Pembina PMR yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Sumedang. Penulis sendiri yang dalam hal ini  merupakan anggota Relawan KSR PMI dituntut oleh Pengurus PMI Kabupaten Sumedang untuk dapat menjadi Fasilitator memberikan beberapa materi yang terkait dengan pelatihan tersebut. Tugas yang dilimpahkan oleh Pengurus PMI ini bagi penulis merupakan suatu amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan, penulis beranggapan bahwa tidak mungkin seorang Pengurus PMI memberikan suatu tugas yang begitu penting kepada Penulis apabila Pengurus tidak melihat terlebih dahulu kemampuan yang dimiliki oleh penulis, hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi penulis untuk dapat menempatkan diri menjadi seorang Fasilitator dan menjalankan semua tugas yang telah diamanatkan.

Memang kegiatan menjadi Fasilitator ini bukan hal yang asing bagi penulis, terlebih penulis sendiri  sudah beberapa kali menjadi fasilitator kegiatan baik itu kegiatan  biasa maupun dalam sebuah seminar  akademik sesuai dengan pendidikan penulis yaitu bidang Teknologi Informasi (IT),  memang untuk berbicara didepan khlayak penulis sudah mempunyai  sedikit pengalaman, terlebih penulis pada saat sekarang ini masih menjadi  mahasiswa tingkat akhir di sebuah Perguruan Tinggi Sumedang serta di Kemahasiswaan kampus kebetulan memangku jabatan sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa ( BPM ) sehingga hal inilah yang menjadi sedikit modal dasar awal penulis untuk bisa belajar menjadi seorang Fasilitator berbicara didepan khlayak. Hmm… tapi bagaimanapun juga  masih banyak ilmu yang harus dipelajari oleh penulis untuk bisa menjadi seorang fasilitator yang baik dan efektik dalam memberikan sebuah transfer ilmu kepada peserta pelatihan.

Saat Menjadi Fasilitator Diklatsar KSR

Meskipun belum menjadi seorang Fasilitator yang handal dan masih belajar, tapipenulis akan   berusaha mencoba memberikan saran dan cara agar kegiatan menfasilitasi pada saat menjadi Fasilitator menjadi lebih efektif dan berjalan dengan lancar.  Memang agak berbeda dengan Fasilitator dalam kegiatan yang berhubungan dengan Kepalangmerahan ini, disini terdapat beberapa ketentuan dan hal yang harus ditaati oleh seseorang yang ingin menjadi seorang Fasilitator PMI dan berpedoman kepada Pedoman Fasilitator / Pelatih yang diterbitkan oleh PMI sebagai standar setiap Pelatihan yang dilaksanakan sebagai pegangan pelatihan.

PERSIAPAN

Mempersiapkan diri sebelum memfasilitasi tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan dan  dilakukan, sebelum melakukan fasilitasi terlebih dahulu pasti penulis  akan melakukan beberapa hal, diantaranya :

  1. Mempersiapkan bahan materi dan mempelajari kembali materi yang akan dipresentasikan kepada peserta pelatihan.
  2. Materi yang akan dipresentasikan dibuat semenarik mungkin sehingga peserta pelatihan akan tertarik, apabila dibuat modul tulislah materi yang pentingnya saja jangan terlalu banyak.
  3. Apabila dibuatkan dalan bentuk Power point usahkan tampilan yang digunakan dibuat semenarik dan seringkas mungkin supaya peserta pelatihan akan tertarik dan mudah untuk mengerti, misalnya menyisipkan gambar – gambar menarik, table, dan diagram alur.
  4. Materi pelatihan diusahakan kalau bisa bersal dari beberapa sumber materi sehingga peserta akan lebih berkembang pengetahuannya.
  5. Kreatifitas dan pemahaman fasilitator dalam mempersiapkan modul materi akan sangat berpengaruh terhadap persiapan pelatihan.
  6. Materi modul yang hendak disampaikan bagusnya diberikan sebelum fasilitator memulai pemberian materi, misalnya pada saat peserta pelatihan daftar ulang di bagian registrasi.

PELAKSANAAN

Pada saat pelaksanaan pelatihan akan dimulai, penulis biasanya melakukan beberapa hal yang menurut penulis bisa membuat Fasilitator bisa menjadikan pelatihan lebih efektif, diantaranya :

  1. Sebelum memulai, fasilitator mempersiapkan diri terlebih dahulu baik itu penampilan, pakaian rapi , maupun body language kita sehingga menimbulkan kesan yang positif dari peserta pelatihan kepada kita. Ingat !! Penampilan kadang jadi penilaian pertama peserta pelatihan terhadap kita.
  2. Sebelum memulai kepada materi, terlebih dahulu kita memperkenalkan diri kita kepada audience, apabila kita dikenalkan oleh moderator maka bisanya kita akan disuruh untuk mengisi curicullum vitae (biodata), tetapi apabila tidak maka pada kita yang harus memperkenalkan diri sendiri. ( biasanya penulis menampilkan curiculuum vitae pada slide presentasi disertai dengan fhoto penulis ).
  3. Pada saat memberikan materi jangan tergesa – gesa, sesuaikan bahasa kita pada saat memberikan materi sesuai dengan audience yang ada didepan kita. Jangan sampai bahasa kita seolah – olah mendikte audience tetapi berbicaralah dengan bahasa yang santun dan sesuai, apalagi apabila didepan kita orang dewasa maka konsep pelatihan orang dewasalah yang kita gunakan.
  4. Pada saat memanggil audience penulis biasanya menyesuaikan dengan keadaaan, apabila didepan kita anak – anak PMR atau orang yang usianya dibawah kita maka penulis suka memanggil kata “ kalian ”, tetapi apabila sebaya dengan penulis maka sering memanggil Temen – temen, atau saudara – saudara”, berbeda dengan orang dewasa yang usianya lebih dari penulis seperti Pembina PMR atau Guru maka bisanya penulis sering memanggil “ Bapak / Ibu “. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari rasa hormat kita terhadap orang – orang yang akan kita beri materi pelatihan.
  5. Selama memberikan materi diushakan kita menambahkan sedikit guyonan – guyonan atau beberapa permainan yang sifatnya energizer sehingga pelaksanaan pelatihan akan lebih hidup dan lebih efektif.
  6. Gunakanlah metode pembelajaran dua arah ( timbal balik), artinya setiap setelah materi selesai diberikan berikanlah kesempatan kepada para audience untuk  bertanya dan memberikan pendapat sesuai dengan pengetahuannya.

Contoh Tampilan Perkenalan Curicullum Vitae dalam Slide

SETELAH SELESAI

Hal – hal yang biasanya sering dilakukan penulis setelah melaksanakan pemberian materi, diantaranya :

  1. Setelah selesai pemberian materi, buatlah kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan secara keseluruhan sehingga peserta pelathan akan bisa menarik suatu kesimpulan dari materi yang disampaikan.
  2. Meminta maaf kepada audience apabila terdapat kata – kata yang tidak berkenan,  terkadang kita tidak tahu saking asiknya memerikan materi terdapat hal – hal yang menyinggung para audience. Hal ini dilakukan selain sebagai adat kita sebagai orang timur, juga dilakukan untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan para peserta pelatihan sehingga dikemudian hari bertemu maka tidak akan canggung lagi.
  3. Apabila terdapat sedikit waktu setelah berakhirnya pemberian materi, untuk mengukur keberhasilan kita sebagai fasilitator memberikan materi pelatihan maka berikanlah kesempatan kepada audience untuk menilai diri kita apakah metoda pemberian materi oleh kita dapat diterima baik oleh audience atau tidak, yang dinilai adalah kelemahan dan kelebihan kita dalam menyampaikan materi. Kalau bisa tulisan jangan diberi nama, shingga kita akan berasumsi meskipun yang berpedapat satu orang tetapi itu semua merupakan cerminan dari seluruh peserta audience pelatihan.

Pemberian Permainan Pada Peserta untuk menjaga kekompakan

Nah… dari pengalaman yang penulis berikan, penulis berharap artikel ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi para fasilitator lainnya dalam bidang apapun yang dilakukan untuk menjadi acuan dalam memberikan fasilitasi kepada audience. Tentunya tulisan ini tidak mutlak dapat diterapkan disetiap keadaaan, ada hal – hal yang dapat diterapkan tetapi ada juga yang tidak dapat diterapkan  ataupun ada penambahan dari metoda yang telah disampaiakan. Hal ini tergantung adri situasi dan kondisi dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan.

Penulis hanyalah orang biasa yang tidak luput dari kekeliruan, penulispun terus untuk belajar dan belajar  seperti halnya pembaca sekalian. Mungkin saja penulispun akan belajar dari para pembaca apabila penulis belum memahami suatu ilmu tertentu, mohon maaf apabila terdapat kekurangan baik itu dalam kata – kata penulisan maupun gaya penulisan yang tidak sesuai dengan keinginan pembaca. Krtik dan saran penulis harapkan, mudah – mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua, amin….

SALAM KEMANUSIAAN…!

12 Responses

  1. Mantap!
    salam kemanusiaan juga nih dari medan..🙂

  2. goog lah bisa di jajal, hahaha🙂,

    kang ksr daramang mf ana jarang ka ksr. jauh sih gkgk

  3. yang ingin maju,,, gak ada kata susah,,,, minjam kata gusdur yah,,, gitu kok aja repot… heheh

    • Betul betul betul, ha ha ha! tinggal kita ja sekarang yang ditunutuk buat ngeykinin diri kita tuk percaya pasti bisa, makasih banget masukannya, sarannya ditunggu lagi ya…

  4. yang mau melayani di PMI gak ada kata susah,,, pinjam katanya GUSDUR yah,,, Gitu aja kok repotttt,,,,hehe

  5. Nice Artikel, inspiring in my angle.
    Have a nice day🙂

  6. salamkemanusiaan..

    siamo..!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: